Bersih Dan Belum Ternoda, Partai Islam Religius Ini Punya Nilai Plus Untuk 2024

  • Whatsapp
Partai PPP, Golkar, PDI P. Foto : (Istimewa)

Memasuki pertengahan tahun 2022, geliat para Politikus sudah mulai lakukan pergerakan politik dengan tujuan sasaran Pemenangan Pemilu 2024 nanti. Banyak Partai baru bermunculan, namun tiga partai lama juga masih kokoh dengan dengan pendiriannya.

Mari sejenak kita melihat sejarah Partai penguasa dan pemenang. Mulai dari partai Golkar, seperti kita ketahui bersama bahwa Partai lama dan terkaya itu pernah berkuasa sepanjang 32 tahun di era Pak Soeharto selaku Presiden Kedua RI. Golkar disebut partai terkaya sesuai masa kekuasaannya selama 32 tahun sebagai Partai pemenang pemilu di eranya Pak Harto. Sementara, 2 partai lama lainya dizaman itu adalah Partai PDI, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pecahnya reformasi di tahun 1997/1998, Partai PDI P mulai menanjak dan di gandrungi masyarakat wong cilik. Setelah Habibie menggantikan Pak Harto, Ki H Abdul Rahman Saleh atau yang sering kita kenal dengan (Gusdur) mandapat kehormatan sebagai Pemimpin Bangsa Ini.

Partai Persatuan Pembanguan (PPP). Foto : (Istimewa)

Meskipun belum sepenuhnya PDI P memegang kekuasaan Pemerintahan Indonesia. Namun, selanjutnya pergerakan itu nyata bahwa Megawati Soekarno Putri naik selanjutnya memimpin Bangsa Indonesia setelah dua dekade kekuasaan berganti, mulai dari Prof BJ Habibie, Gusdur, dan selanjutnya Megawati.

Di eranya Megawati, kita bisa ketahui bersama, banyak juga oknum di partai PDI P itu yang tersandung skandal korupsi dan penyimpangan lainnya, partai moncong putih kala itu disinyalir banyak sisipan oknum – oknum yang bisa kita katakan “Preman”.

Kalau dari kacamata Kekuasaan Partai yang memimpin, bisa kita lihat bahwa partai Golkar lah yang lama memimpin, walaupun di akhir kekuasaannya partai golkar banyak menanggung hujatan dan kecaman dari masyarakat karena imbas krisis moneter global.

Lanjut setelah Megawati, Masuklah Presiden ke – 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kendaraan Partai Baru Demokrat yang mampu memikat hati rakyat kala itu.

Kekecewaan masyarakatpun muncul, setelah satu priode SBY memimpin Republik ini, Partai yang digandrungi masyarakat kala itu, harus tercoreng dengan skandal-skandal korupsi yang menggurita.

Tiga Partai Lama. Foto : (Istimewa)

Kita ketahui bersama, banyak kasus korupsi yang terjadi di era kepemimpinan SBY, mulai dari bigcase Century, dan Hambalang yang banyak melibatkan campur tangan Oknum Petinggi Partai Demokrat kala itu.

Hal itu pula lah yang membuat Partai Demokrat turun drastis peminat di hati masyarakat Indonesia.

Indonesia mulai belajar Demokarasi yang lebih baik setelah zaman reformasi. Karenanya, banyak kekurangan dalam pembenahan bangsa setelah era Pak Harto.

Mulai berbenah dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, Partai PDI P kembali lagi mencuri perhatian rakyat dengan hadir nya sosok pemimpin blusukan. Harum namanya mulai terdengar saat beliau menjabat sebagai Walikota Solo.

Setelah dinilai berhasil memimpin solo, akhirnya Ir Joko Widodo di usung Partai PDI P sebagai Gubernur Jakarta. Sosok yang hobbinya blusukan itu akhirnya tidak lama memimpin Jakarta, sebab harus bertarung lagi merebut kursi kekuasaan orang nomor satu di akhir 2014 yang lalu.

Memang nasib yang baik, kembali mendapat kepercayaan rakyat, Partai yang katanya membela wong cilik itu menjadi pemenang pemilu 2014 yang lalu.
Sayangnya, di penghujung masa jabatan priode keduanya, Jokowi harus meninggalkan “catatan hitam” atas Perpres No 99 tentang vaksin halal yang mencedarai UUD’45 tetang jaminan keberlangsungan hidup beragama.

Kita bisa kaji ulang dan telaah, bahwa Partai-Partai baru ternyata belum tentu baik dari partai lama. Dimana ada juga partai lama yang meninggalkan “kisah kelam” di era kepemimpinannya.

Yang menarik perhatian kali ini adalah Partai Persatuan pembangunan (PPP), partai yang masuk dalam golongan 3 partai di zaman Pak Harto, justru belum tercoreng, ternoda, dan belum pernah memimpin Bangsa Indonesia ini.

Partai Islam religius itu masih nyata dan ada mengikuti perkembangan zaman milenial saat ini.

Yang menjadi tolak ukurnya, PPP belum pernah memenangkan Pemilu sebagai Partai yang berhasil mengusung wakilnya menjadi orang nomor satu di republik ini.

Partai Islam Religius ini di nilai masih polos dan punya nilai plus untuk memajukan Bangsa Indonesia Ke dapan.
Kita akan lihat kedepan, adakah PPP mampu menghadirkan calon Pemimpin yang lebih baik dari Presiden Jokowi nanti. Insya Allah, kita akan lihat bersama…

Kamis, 12 Mei 2022
Minggus D N
Pemimpin Redaksi www.rajawalionline.com

Related posts