Turunkan Angka Stunting, Wagubsu Optimis Capai 14 Persen Di Tahun 2024

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah saat menyapaikan paparannya dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting Lintas Sektoral Provinsi Sumatera Utara. Foto : (Istimewa).

rajawalionline – Menurunkan angka stunting dibutuhkan dukungan lintas sektoral baik dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat untuk bergerak melaksanakan program-program intervensi spesifik dan sensitif terkait stunting. Hal itulah yang disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah  atau yang di kenal Ijeck dalam keterangan tertulisnya, kamis, (16/06/22).

Wagubsu, Musa Rajekshah saat menyaksikan penandatangan kerjasama. Foto : (Istimewa).

Ijeck mengatakan, untuk menurunkan angka stunting tidak hanya pemerintahan daerah saja, tapi harus didukung oleh semua stakeholder dan masyarakat.

Read More

“ Menurunkan angka stunting tidak bisa hanya pemerintah daerah saja, semua stakeholder dan masyarakat harus ikut berpartisipasi. Dengan kerjasama yang baik, kita optimis penurunan angka stunting sampai 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai, “ Kata Ijeck.

Wagubsu Musa Rsjekshah (tengah). Foto : (Istimewa).

IJeck menjelaskan, untuk Sumatera Utara saat ini angka stunting berada pada angka 25,8 persen, dan ditargetkan mencapai 14 persen pada tahun 2024 sesuai target yang di inginkan.

“ Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stuting (TPPS) Sumut saya sampaikan saat ini angka stunting Sumatera Utara masih berada pada angka 25,8 persen dan harus mencapai 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional, “ jelas Pria yang hobby balapan itu.

Ia berharap langkah-langkah untuk percepatan penurunan stunting di Sumut dapat dijalankan berdasarkan peran masing masing tim koordinasi atau bidang.

“ Untuk semua unsur dalam TPPS dan lintas sektoral segera melaksanakan aksi nyata atau kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting, “ tandas ijeck.

Penurunan angka stunting yang menjadi sasaran kegiatan adalah keluarga beresiko stunting yaitu anak remaja puteri/calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0 sampai 23 bulan, anak usia 24 sampai 59. Dimana kelompok sasaran teresebut berasal dari keluarga miskin, pendidikan orangtua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak.

(Red)

Related posts